Penyelidikan final. Polisi menegaskan bahwa AI, anak 12 tahun perempuan, masih kelas 6 SD itu, diduga kuat sebagai pelaku tunggal yang menghabisi ibunya dengan brutal.
Bak adegan di film thriller, sebanyak 26 tikaman merobek sekujur tubuh sang ibu yang melahirkannya. Netizen tercekat. Masih berharap plot twist, bahwa bukan dia pelakunya. Sang ayah yang kebetulan dalam posisi tidak akur dengan sang istri, menjadi sasaran fitnah.
Sampai detik ini, netizen masih tidak percaya bahwa anak perempuan yang mustinya masih murni itu adalah eksekutornya. Namun, polisi tegas mengatakan, tidak ditemukan DNA lain di tubuh korban.
Motif Berdasarkan Penyelidikan:
Sakit hati karena ibu sering memarahi dia, kakak, dan ayahnya.
Sakit hati karena ibu menghapus salah satu aplikasi game onlinenya.
Lalu yang mendorongnya melakukan tindakan sadis adalah obsesi dengan game Murder Mystery pada session Kills Others yang menggunakan pisau, serta menonton serial anime DC episode 271 saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.
Sangat mengerikan. Sejauh itu kerusakan pola pikir si anak karena pengaruh lingkungan rumah yang penuh kekerasan, plus tontonan yang juga penuh kesadisan. Tidakkah ini cukup untuk menjadi pelajaran bahwa sudah saatnya anak di bawah umur dilarang memiliki gadget?